Awalnya, SS1-V1 dirancang untuk dapat diberi tambahan peluncur granat SPG-A1, yang juga merupakan buatan PT Pindad, yang dapat dimasukkan di bawah laras. Senapan ini telah diakui kehebatannya oleh pasukan Amerika Serikat.
Momen tersebut terjadi ketika latihan bersama multilateral The Rim of Pacific, Hawaii pada 2016. Softgun yang mirip dengan senjata asli ini dapat merusak rompi antipeluru pasukan Amerika Serikat. Selain itu, SS1-V1 dapat mengalahkan kemampuan senjata jenis M4 serta Steyr yang digunakan Amerika Serikat.
Sementara itu, softgun yang mirip dengan senjata asli ini sudah diekspor dan dipesan oleh beberapa negara lain, seperti Kamboja dan Uni Emirates Arab (UEA).