Dia menambahkan, jumlah stok darah yang tersedia tidak seimbang dengan penyakit demam berdarah yang tengah merebak dan pasien rutin transfusi darah seperti thalasemia serta kebutuhan lain. Dewan Pembina GDDPI, Yanti Airlangga yang juga istri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kegitan tersebut merupakan perhatian khusus kepada PMI. Keprihatinan stok darah di masa pandemi inilah yang mendorong GDDPI untuk bahu membahu meringankan beban PMI.
Dia menyebut proses donor darah pada masa pandemi dilakukan dengan prosedur yang ketat pencegahan covid-19. Setiap pendonor harua mendaftarkan diri kemudian terlebih dahulu mengikuti rapid test.
"Aksi mengumpulkan kantong darah akan dilakukan di beberapa daerah seperti Jogja, Palu dan Bali," katanya.