JAKARTA, iNews.id - Literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat meningkat pada 2026 hingga mencapai 69,57 persen. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat literasi keuangan tertinggi secara nasional dengan capaian 85,01 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan capaian tersebut menunjukkan sekitar 70 dari setiap 100 penduduk Indonesia berusia 15 hingga 79 tahun sudah memenuhi kriteria well literate.
"Berdasarkan hasil SNLIK tahun 2026, diperoleh bahwa indeks literasi keuangan tahun 2026 adalah sebesar 69,57%, yang artinya sekitar 70 dari 100 penduduk di Indonesia umur 15 sampai dengan 79 tahun telah memenuhi kriteria well literate," ujar Amalia dalam jumpa pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Indeks tersebut meningkat 2,93 persen poin dibandingkan 2025 yang berada di level 66,64 persen. Literasi keuangan konvensional tercatat 69,57 persen, sedangkan literasi keuangan syariah mencapai 43,07 persen.
Dari sisi wilayah, tingkat literasi keuangan di perkotaan masih lebih tinggi. Namun, peningkatan di pedesaan tercatat lebih cepat dengan kenaikan 4,55 persen poin, sedangkan perkotaan tumbuh 1,54 persen poin.