Meski demikian Yusril menegaskan hakim tidak boleh terpengaruh kritik di masyarakat dan pendapat akademisi.
"Kecil kemungkinannya Pengadilan Tinggi mau menyetujui keputusan PN Jakarta Pusat dan kemudian Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melakukan eksekusi. Apa yang dilakukan KPU sudah benar dengan mengajukan banding dan menyerahkan memori banding sebelum waktu berakhir," kata Yusril.
Yusril mewanti-wanti pihak terkait seperti KPU dan partai politik yang terdampak untuk mewaspadai eksekusi dapat dilaksanakan meskipun proses banding dan kasasi sedang berjalan.
"Kita lihat proses ini akan berjalan banding sampai kasasi sampai dengan PK. Namun yang perlu kita waspadai bahwa putusan ini adalah putusan serta-merta, sehingga dapat dilaksanakan meskipun ada banding dan kasasi," tutur Yusril Ihza Mahendra.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, KPU akan menempuh upaya hukum banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut. Selain itu, KPU menegaskan tahapan Pemilu 2024 tetap berjalan karena sudah memiliki payung hukum.