Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran di Lombok Pecah saat Mengadu ke Komisi III DPR

Felldy Aslya Utama
Ibu dari Sahri Sobirin, salah satu santri yang menjadi korban tak kuasa menahan tangis saat mengadukan nasib malang putranya (dok. DPR)

JAKARTA, iNews.id - Suasana pilu menyelimuti ruangan Komisi III DPR saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus santri yang dibakar di Pondok Pesantren Rosyidatus Shaulatiyah Al-Ibrahimy, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ibu dari Sahri Sobirin, salah satu santri yang menjadi korban tak kuasa menahan tangis saat mengadukan nasib malang putranya.

Ibu korban didampingi oleh tim hukum dari Hotman 911. Karena keterbatasan bahasa dan kondisi emosional, penjelasan terkait kronologi pilu tersebut disampaikan perwakilan tim Hotman 911 kepada pimpinan dan anggota Komisi III. 

Dalam RDPU tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa almarhum Sahri Sobirin sempat menceritakan adanya ancaman sebelum peristiwa maut itu terjadi.

"Almarhum anak korban, Sobirin, pernah menceritakan tiga hari sebelum pembakaran bahwa dia diancam oleh anak pimpinan ponpes akan dibakar kalau tidak menuruti kemauan dari si pelaku," kata perwakilan tim Hotman 911, Titi Tantri, Senin (13/7/2026).

Selama ini, kata dia, korban cenderung tertutup karena berada di bawah tekanan dan rasa takut. Sang ibu sempat bertanya menggunakan bahasa daerah apakah putranya pernah dipukul atau dirundung di sekolah, tetapi korban tidak berani jujur karena ancaman yang terus membayanginya. 

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
21 hari lalu

Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Wamenag: Harus Kita Investigasi

1 bulan lalu

DPR Desak Penyebab Kebakaran Desa Adat Sade di Lombok Diusut Tuntas

1 bulan lalu

Desa Adat Sade di Lombok Kebakaran, Intip Keindahannya sebelum Hangus Terbakar

1 bulan lalu

Bareskrim: Ahmad Al Misry Diduga Cabuli 5 Santri, Modus Iming-imingi Sekolah di Mesir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal