Sementara itu, penjualan sepeda motor konvensional atau internal combustion engine (ICE) masih mendominasi pasar. Jumlahnya berada di kisaran lebih dari 6 juta unit per tahun dalam periode 2019 hingga 2025, jauh melampaui kontribusi motor listrik.
Setia menilai lonjakan penjualan sebelumnya sangat dipengaruhi kebijakan stimulus pemerintah.
“Penjualan melalui mekanisme insentif pada 2023 sebesar 11.532 unit dan meningkat menjadi 62.541 unit di 2024,” ujarnya.
Namun, pada 2025, dampak insentif tersebut sangat terasa sehingga berpengaruh terhadap total penjualan. Kondisi ini mengindikasikan pasar motor listrik di Indonesia masih sangat bergantung pada stimulus kebijakan.
Atas situasi ini, pemerintah dan pelaku industri dihadapkan pada tantangan menjaga momentum elektrifikasi kendaraan. Diperlukan strategi lanjutan agar minat masyarakat terhadap motor listrik tetap tumbuh berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada insentif.