Menurut dia, luas badan air di berbagai bendungan menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penambahan kapasitas energi surya.
"Potensi dari bendungan tadi ada sekitar 43 gigawatt. Ya tentu kita harus melihat dari sisi potensi ini mana yang layak untuk diusahakan," ujarnya.
Dengan demikian, target PLTS 100 GWp tidak hanya mengandalkan pembangunan pembangkit di lahan darat atau ground mounted. Pemerintah juga melihat badan air pada bendungan sebagai lokasi potensial untuk mempercepat penambahan kapasitas pembangkit energi surya.
Salah satu proyek yang akan didorong pemerintah dalam waktu dekat yakni PLTS terapung di Waduk Saguling, Jawa Barat.
Yuliot mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah aspek, termasuk penyelesaian perizinan dan infrastruktur transmisi agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.
"Dalam waktu dekat yang bisa kita lakukan percepatan itu adalah PLTS floating di Saguling. Itu juga kita mau menyelesaikan perizinan dan juga berbagai infrastruktur terkait dengan transmisinya," katanya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT), sekaligus meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi surya di Indonesia.