Gadis merupakan orang utan betina dengan berat sekitar 30,5 kilogram dan perkiraan usia 25 tahun. Adapun Garis diperkirakan berusia sembilan bulan.
Tim medis Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah memberikan penanganan awal terhadap luka jeratan pada pergelangan tangan Gadis. Sementara itu, Garis menjalani observasi dan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan tersebut antara lain dilakukan untuk mengevaluasi kemungkinan dampak paparan asap karhutla terhadap kondisi kesehatan Garis.
Setelah dievakuasi, penanganan lanjutan kedua orang utan diserahkan kepada BKSDA Kalimantan Tengah untuk proses rehabilitasi dan pemulihan sebelum dititipkan kepada Yayasan Orangutan Foundation International (OFI). Keduanya akan mendapatkan perawatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.