JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons kritikan sejumlah ekonom yang meragukan independensi Bank Indonesia (BI) menyusul rencana pertukaran jabatan antara Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono dan Deputi Gubernur BI Juda Agung. Dia meyakini independensi BI tidak akan tergerus.
Purbaya menegaskan keputusan kolektif kolegial di Dewan Gubernur BI akan menjadi filter alami yang menjaga objektivitas kebijakan moneter, meskipun salah satu anggotanya berasal dari latar belakang politik.
"Satu bisa mengendalikan tujuh enggak? Enggak bisa kan seandainya Gerindra pun. Itu kan pasti akan debat, akan diskusi, nanti kalau kepepet voting. Jadi pasti akan dikontrol dari dalam juga. Kebijakan fiskal dan moneter kan nanti kalau orangnya ke sana, Pak Tommy kan pasti lebih independen, lebih bebas. Pasti dia enggak akan ke Gerindra lagi tuh kalau dugaan saya ya," ujar Purbaya, Selasa (20/1/2026).
Menanggapi kekhawatiran mengenai status Thomas sebagai pengurus aktif Partai Gerindra dan keponakan Presiden Prabowo Subianto, Purbaya memastikan seluruh aturan hukum, termasuk UU P2SK, akan ditaati. Dia memproyeksikan Thomas akan mundur dari jabatan partai sebelum menjalani uji kelayakan.
"Syaratnya apa di undang-undang? Di undang-undang P2SK-nya enggak boleh. Pasti dia mundur nanti kan, kan gampang, selesai. Saya pikir sebelum fit and proper sudah mundur kalau aturan seperti itu. Enggak ada masalah," tutur dia.
Purbaya juga menepis kecurigaan kedekatan Thomas dengan pemerintah akan membuat BI dijadikan sumber dana talangan untuk membiayai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, anggaran untuk program tersebut sudah tersedia dan tidak memerlukan pembiayaan dari bank sentral.