"MBG kan cukup. Tahun sekarang kan Rp335 triliun, itu pun sudah didesain di anggarannya, harusnya cukup. Saya enggak perlu uang Bank Sentral untuk itu. Jadi kita akan jaga independensi Bank Sentral dengan Pemerintah semaksimal mungkin. Saya enggak akan meres Bank Sentral untuk biayain program pembangunan kita," kata dia.
Purbaya menekankan koordinasi yang erat selama ini merupakan bentuk sinergi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, bukan intervensi yang merusak tatanan.
"Selama ini kan cuman sinergi ke arah yang lebih bagus kan? Kalau itu bukan intervensi, kerja sama. Betul enggak? Nanti kalau ada intervensi Pemerintah yang berlebihan yang dianggap itu kan bisa kelihatan publik,” ujar Purbaya.
Tanda-tanda finalisasi pertukaran jabatan ini semakin kuat setelah Juda Agung kedapatan menyambangi kantor Kemenkeu untuk bertemu dengan Purbaya pada Selasa pagi. Pertemuan ini berlangsung lebih awal dari jadwal semula yang direncanakan pada pukul 13.00 WIB.
Meski tidak dirinci poin per poin pembahasannya, pertemuan tersebut diyakini merupakan tahap krusial dalam koordinasi transisi posisi Juda Agung yang disebut-sebut akan segera mengisi posisi strategis di lingkungan kementerian pascamengundurkan diri dari Deputi Gubernur BI.