Tim Advokasi Novel Baswedan Kecewa TPF Tidak Ungkap Pelaku

Ilma De Sabrini
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan telah tuntas bekerja. Selama enam bulan, tim yang sudah mendatangi lokasi dari Bekasi hingga Ambon dan mewawancari 40 orang itu, belum juga dapat mengungkap pelaku.

Tim Advokasi Novel Baswedan mengaku kecewa atas hasil kerja Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu. Kekecewaan itu lantaran TPF belum mengungkap siapa pelaku penyiraman kepada Novel.

"Kami tim kuasa hukum Novel harus menyatakan kekecewaan kami yang besar. Kami menyatakan Tim Satgas bentukkan Polri telah gagal total untuk menjalankan mandatnya. Kegagalan itu terlihat dari belum terungkap pelaku," kata anggota Tim Advokasi, Arif Maulana yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Anggota tim lainnya, Alghiffari Aqsa berpendapat, rekomendasi TPF hanya mengulur-ulur waktu. "Alat buktinya bisa jadi akan semakin sulit untuk ditemukan dan kasus ini bisa jadi akan semakin sulit untuk diungkap," ujarnya.

Dalam kesimpulannya, TPF merekomendasikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim teknis dengan kemampuan khusus untuk mengungkap kasus tersebut. Tim tersebut dipimpin langsung Kabareskrim Komjen Pol Idham Azis.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Novel Baswedan: Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Terorganisir, Pelajari Korban Berhari-hari

Nasional
1 bulan lalu

Anies dan Novel Baswedan Jenguk Aktivis KontraS Andrie Yunus, Tuliskan Pesan Penyemangat

Buletin
1 bulan lalu

Novel Baswedan Kutuk Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Kejahatan Luar Biasa!

Nasional
8 bulan lalu

Kompol Cosmas Kaju Pelindas Ojol Affan Pernah Terseret Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal