Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM. SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk menyisir sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.
"Pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya," kata dia.
Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi tersebut, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, mobil penyelamat, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.
Berdasarkan informasi awal, Jurnalis iNews, Yudistiro Pranoto, diketahui hilang kontak setelah berangkat menggunakan speedboat dari wilayah Anyer menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Empat jurnalis lain yang berangkat bersamanya yakni Muhammad Bagus Khoirunas, fotografer Antara; Arie Basuki, wartawan Merdeka; Daus, wartawan Anadolu; serta Donal, jurnalis freelance.
Komunikasi terakhir diketahui sempat terjalin dengan Muhammad Bagus Khoirunas, fotografer Antara, sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah komunikasi tersebut, rombongan kapal yang membawa 8 orang, termasuk 5 jurnalis, 1 nakhoda, 1 anak buah kapal (ABK) dan 1 guide itu, tidak lagi dapat dihubungi. Kondisi ini kemudian dilaporkan kepada tim SAR.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
"Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur, sarana, dan peralatan yang tersedia. Pencarian juga akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi di lapangan," ucapnya.