JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Satpol PP dan institusi terkait lainnya menegakkan aturan protokol kesehatan di daerah masing-masing secara tegas. Namun Tito mengingatkan agar tindakan tegas tak dilakukan secara berlebihan.
Menurutnya personel yang bertugas tidak boleh melakukan kekerasan seperti pemukulan kepada pelanggar protokol kesehatan. Dia menegaskan hukuman untuk pelanggar protokol kesehatan sudah diatur seperti teguran, sanksi sosial hingga denda.
“Meskipun penindakan harus kita lakukan tegas tapi saya minta jangan dilakukan secara eksesif, berlebihan. Berlebihan artinya main pukul dan lain-lain,” katanya saat memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan penyelenggaraan pilkada serentak dalam kondisi bencana nonalam yang digelar secara virtual, Selasa (22/9/2020).
Tito pun meminta kepala Satpol PP di daerah masing-masing mengendalikan serta mengawasi anggotanya. Dia menegaskan nama baik Satpol PP dan institusi lain yang terlibat harus dijaga.
“Satu perbuatan kurang baik itu akan mempengaruhi citra Satpol PP secara nasional. Tapi berbuat baik dengan cara-cara profesional ini akan mendapatkan pujian,” ucapnya.
Tito juga mengingatkan Satpol PP jangan terlihat ragu-ragu dalam menegakkan aturan protokol kesehatan. Ini semua menurutnya merupakan risiko yang harus dihadapi penegak hukum.
“Yang penting kita tidak berlebihan, saya kira ilmunya begitu. Diskresi ya begitu. Harus proporsional dengan adanya dan situasional tapi jangan terlihat lemah. Kalau lemah maka tidak akan dihargai. Berlebihan, ya mungkin akan dicaci maki atau digugat. Risiko sebagai penegak peraturan,” ujarnya.