Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan. (Foto: Antara).
Puteranegara Batubara

JAKARTA, iNews.id - Polisi telah memeriksa 10 saksi terkait kasus yang melibatkan Ferdinand Hutahaean. Mantan politikus Partai Demokrat itu dilaporkan ke Bareskrim Polri dugaan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik kembali melakukan pemeriksaan saksi, terdiri atas dua saksi umum dan lima saksi ahli. Lima saksi ahli yang dimintai keterangan, yakni saksi ahli bahasa, ahli sosiologi, ahli agama, ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan ahli pidana.

"Jadi ada tambahan saksi hari ini, lima saksi ahli, dua saksi umum. Total sampai hari ini sudah 10 saksi diperiksa," ujar Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Diketahui, nama Ferdinand Hutahaean ramai di media sosial setelah mengunggah kalimat kontroversi yang diduga sebagai penistaan agama. Kalimat itu diunggah melalui akun Twitter @FerdinandHaean3 pada 4 Januari 2022. 

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” tulis Ferdinand dalam akun Twitter @FerdinandHaean3.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT