JAKARTA, iNews.id - Tragedi tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin 27 April 2026 lalu masih menyisakan beban psikologis bagi anggota keluarga korban yang ditinggalkan. Ketua Paguyuban Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Anggi Al Hakim, mengungkapkan sebagian keluarganya masih ada yang trauma.
Dia menyebut sebagian keluarganya kini lebih memilih menggunakan transportasi pribadi atau bus untuk berangkat kerja ketimbang menggunakan Commuter Line.
Bahkan, menurutnya ada salah satu anggota keluarga korban yang memutuskan berhenti bekerja di Jakarta demi mengurangi beban traumatis yang dialami.
"Benar, saya sekeluarga ya dan juga bahkan lebih ekstremnya lagi ada salah satu keluarga yang resign, tidak bekerja di Jakarta lagi," ujar Anggi saat dihubungi iNews.id, Rabu (30/9/2026).
"Karena sudah tidak bisalah ya melihat ini ya, apa namanya, naik KRL lagi atau bepergian ke arah Jakarta yang di mana notabene harus melihat KRL lah bahasanya," tambahnya.