Dari kunjungan itu, Trenggono menemukan sejumlah persoalan yang relatif sama di berbagai kampung nelayan, mulai dari lingkungan yang kurang tertata hingga keterbatasan fasilitas pendukung aktivitas nelayan.
Dia mencontohkan pengembangan kawasan nelayan di Biak yang dilakukan dengan terlebih dahulu memetakan kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya berupa fasilitas permukiman, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi.
Fasilitas tersebut antara lain stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel nelayan, balai nelayan, fasilitas kuliner, hingga kantor pengelola.
“Research dulu apa yang mereka butuhkan,” ucapnya.
Pendekatan tersebut kemudian menjadi salah satu model dalam pengembangan KNMP. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia hingga 2029.
Selain KNMP, KKP menjalankan lima program prioritas lainnya, yakni pembangunan integrasi tambak udang dan revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, pembangunan budidaya tematik di 40.000 desa, modernisasi kapal penangkap ikan, serta program swasembada garam.