UNDP-Uni Eropa Luncurkan Program Pencegahan Terorisme di Indonesia

Felldy Aslya Utama
Peluncuran Program Pencegahan Terorisme oleh UNDP dan Uni Eropa di Jakarta, Kamis (14/3/2019). (Foto: Istimewa).

”RAN PE ini berisi empat pilar yaitu pencegahan, deradikalisasi, penegakan hukum dan penguatan kerangka legislasi, serta kemitraan dan kerja sama internasional. Pada 25 Januari 2019 Presiden telah menyetujui penyusunan Rancangan Peraturan Presiden mengenai RAN PE,” kata Kepala Kerja Sama Bilateral BNPT Brigjen Pol Kris Erlangga.

Peluncuran proyek Protec dihadari sejumlah narasumber kunci. Selain Vincent Guerend, Christophe Bahuet, dan Kris Erlanga, hadir pula Asisten Deputi Konflik Sosial Kementerian PMK Ponco Respati Nugroho, Asisten Deputi Koordinasi Kesadaran Bela Negara Kemenko Polhukam Rufbin Marpaung, Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati, dan Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid.

Ponco menuturkan, keluarga sangat strategis dalam upaya kontraradikalisme, karena dengan mengoptimalkan delapan fungsi keluarga dapat membangun daya tangkal yangg efektif. ”Proyek Protect sangat bermanfaat karena memberi pengetahuan, pengalaman praktis, dan jejaring,” ujarnya.


Sementara Rufbin menjelaskan, ada degradasi pemahaman nilai-nilai dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda, sehingga upaya untuk meningkatkan rasa cinta Tanah Air, bela negara, dan penghargaan terhadap sesama anak bangsa di kalangan pemuda haruslah didukung dan menjadi upaya bersama.

Hal senada dilontarkan Alissa Wahid. Menurutnya, apa yang terjadi akhir-akhir, harus meningkatkan kewaspadaan bersama, bahwa perempuan, tidak lagi hanya menjadi korban tindakan terorisme, atau menjadi pendukung diam-diam, tetapi bahkan menjadi pelaku tindakan.

”Upaya kontra narasi juga harus lebih seimbang dan setingkat dengan apa yang dilakukan oleh para pelaku atau penganjur tindakan kekerasan,” tutur putri Gus Dur ini.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Ungkap Wilayah RI Paling Terdampak Fenomena El Nino, di Mana Saja?

57 tahun lalu

Mentan Ungkap Rencana Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura: Stok Kita Ada 5,1 Juta Ton

57 tahun lalu

Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Negara Eropa yang Pajaki Raksasa Teknologi AS

57 tahun lalu

Prabowo: Kenapa RI Selama 81 Tahun Tak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal