"Jadi kami pertanyakan kenapa ada seperti ini ada indikasi-indikasi. Misal kenapa jadinya malam, itu juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari," ujarnya.
Namun ketika ditanya siapa pihak tersebut, Rhenald enggan membeberkannya. Menurut akademisi Universitas Indonesia itu, khalayak sudah dapat membacanya.
"Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan walaupun saudara-saudara sudah bisa menciumnya," ucapnya.