Indri menjelaskan, Kemenkes masih memperjuangkan rencana tersebut agar dapat direalisasikan. Pemerintah juga perlu menghitung kebutuhan sumber daya, mulai dari kapasitas layanan, logistik vaksin, hingga tenaga kesehatan yang akan menjalankan program.
Karena itu, rencana vaksinasi HPV gratis untuk perempuan dewasa pada 2027 belum dapat dipastikan sebelum seluruh tahapan perencanaan dan persetujuan selesai.
Indri menjelaskan, apabila program tersebut disetujui, distribusi vaksin direncanakan menggunakan jalur pemerintah. Vaksin akan disalurkan dari pemerintah pusat ke dinas kesehatan, kemudian diteruskan ke puskesmas atau posyandu sesuai mekanisme yang nantinya ditetapkan.
Dengan skema tersebut, program direncanakan menjadi bagian dari layanan imunisasi pemerintah. Namun, Kemenkes masih mematangkan strategi pelaksanaannya sebelum mengumumkan ketentuan resmi kepada masyarakat.
Rencana ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah karena program imunisasi untuk kelompok dewasa membutuhkan pola pelaksanaan yang berbeda dari imunisasi anak.