Selain itu, tim Enesis pun mempraktikan uji ampuh bersama Soffell dengan menunjukan bahwa tangan yang sudah menggunakan Soffell tidak akan digigit oleh nyamuk. Ini merupakan edukasi terkait pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui 3M Plus, Menutup, Menguras, Mendaur ulang, dan menggunakan lotion anti nyamuk. Tak disangka, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat pun ikut mencoba uji ampuh dengan Soffell.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Enesis menuturkan, “bahwa ini merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Enesis, dan pemerintah terkait dilaksanakan sejak peringatan Asean Dengue Day hingga kini dalam peringatan Hari Nyamuk Sedunia.”
Tidak hanya melakukan edukasi di sekolah, tapi juga di pasar, Rumah Sakit, dan MTI serta ibu-ibu PKK di Cirebon, Malang, Yogyakarta, dan Bandung, nantinya, akan mulai di luar pulau Jawa, yaitu di Bali. Harapannya, edukasi ini terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan pencegahan DBD dengan 3M Plus.
Louis Sumantadiredja, selaku Senior Brand Manager Soffell dan Force Magic pun menuturkan bahwa pencegahan dengue bisa dilakukan melalui 3M Plus, plus nya itu bisa menggunakan lotion anti nyamuk, seperti mengoles atau menyemprot Soffell agar terhindar dari gigitan nyamuk sebagai perlindungan diri.
“Soffell lotion dan spray anti nyamuk tahan 8 Jam, saat ini ada varian baru Soffell Alamia penolak nyamuk dari daun alami, tidak lengket dan terasa sejuk di kulit juga bisa untuk anak-anak. Untuk proteksi dari nyamuk di ruangan, bisa menggunakan aerosol Force Magic dengan Formula 0,30 AE dan teknologi Synergist membunuh nyamuk hingga ke saraf nyamuk sehingga nyamuk mati tidak bangun lagi,” ujar Louis.
Enesis Group turut memberikan bantuan untuk dukungan protokol kesehatan selama pandemi serta bantuan pencegahan demam berdarah, berupa Antis dan Soffell.
Dalam acara tersebut, turut hadir Sekretaris Diskominfo Provinsi Jawa Barat Gilang Silendra, Ketua Tim Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular Yudi Komarudin, serta Camat Batununggal dan Para Lurah Kecamatan Batununggal dan Kiara Condong.