Wakaf dan Kemandirian Pesantren

Tatang Astarudin
Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia, Tatang Astarudin. (Foto: iNews)

Keempat, memperkuat jejaring kerja dan kesadaran ekosistem pesantren. Besarnya jumlah pesantren dan santri adalah “real aset” yang harus menjelma menjadi “real power”. Cita-cita tentang “Dana Abadi Pesantren” bukanlah mimpi di siang bolong, jika komunitas pesantren, mulai dari kiai, santri, alumni, bersatu dalam suatu aksi: “Gerakan Wakaf Uang”. 

Bayangkan, bila setiap pesantren yang saat ini berjumlah 41. 220, setiap bulan menyisihkan uang untuk wakaf, satu juta rupiah saja misalnya, maka akan terkumpul dana abadi sebesar Rp41, 22 miliar setiap bulan. Bayangkan, jika 1 juta dari 5 juta santri, berwakaf dengan nominal yang sama, akan terkumpul dana abadi sebesar Rp2,5 triliun. Belum dari alumni.

Jumlah yang luar biasa! Namun, bukan semata-mata soal angka, tapi gambaran “posisi tawar” sekaligus penopang kemandirian dan marwah pesantren. Untuk mewujudkannya diperlukan perubahan paradigma dan strategi integral untuk menggugah kesadaran dan kerja kolektif komunitas pesantren. Sesuatu yang tidak mudah, namun bukan hal yang mustahil. 

Insya Allah

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
3 hari lalu

Kunjungi Hamalatul Quran Sukoharjo, Stafsus Menag Gugun Siap Kawal jadi Pesantren Resmi

4 hari lalu

Identitas 4 Perwira Diperiksa Propam terkait Penggerebekan Ponpes Sukoharjo

4 hari lalu

Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo Jadi Evaluasi Polri, Seluruh Kapolres Hati-Hati Bertindak

5 hari lalu

MUI Respons Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Puji Kapolri Copot Kapolres

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal