“Saya berpesan kepada para calon pelajar dan mahasiswa Al-Azhar agar memanfaatkan kegiatan belajar di Pusat Bahasa ini dengan sebaik mungkin,” kata Ma'ruf.
Wapres juga berharap gedung baru ini dapat digunakan sebagai pusat aktivitas sosial, dakwah, dan pendidikan keagamaan Al-Azhar di Indonesia.
Selain mengasah kemampuan bahasa Arab, Ma'ruf berpesan agar wawasan keislaman dan keindonesiaan para calon mahasiswa juga mendapat perhatian. “Kelak merekalah duta-duta Al-Azhar di Indonesia yang akan menyebarluaskan pemahaman Islam yang moderat sesuai manhaj Al-Azhar,” katanya.
Ma'ruf meminta berbagai kerja sama strategis yang terjalin ini terus dikembangkan. Menurutnya pusat studi ini bukan hanya menyiapkan kemampuan bahasa calon mahasiswa, tetapi juga menyiapkan masa depan Indonesia.