Waspada, Strategi Kelompok Radikalisme Bertujuan Hilangkan Sejarah dan Hancurkan Budaya

Puteranegara Batubara
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid. (Foto Antara).

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta masyarakat tidak terjebak dengan penampilan penceramah radikal. Isi ceramah mereka selalu membenturkan agama dengan wawasan kebangsaan, kebudayaan dan keragaman.

Dikretur Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal Ahmad Nurwakhid mengatakan strategi kelompok radikalisme bertujuan untuk menghancurkan Indonesia melalui berbagai strategi yang menanamkan doktrin dan narasi ke tengah masyarakat. 

"Ada tiga strategi yang dilakukan oleh kelompok radikalisme. Pertama, mengaburkan, menghilang bahkan menyesatkan sejarah bangsa. Kedua, menghancurkan budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Ketiga, mengadu domba di antara anak bangsa dengan pandangan intoleransi dan Isu SARA," katanya, Sabtu (5/3/2022).

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Destinasi
20 hari lalu

Makna Filosofis di Balik Ritual Cuci Rupang di Imlek 2026, Cari Tahu di Sini!

Music
26 hari lalu

Sejarah! Bad Bunny Ubah Panggung Super Bowl 2026 Jadi Altar Pernikahan

Destinasi
1 bulan lalu

Melihat Lebih Dekat Hotel di Semarang yang Padukan Sejarah dengan Pengalaman Kontemporer

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Sayangkan Peninggalan Bersejarah Tak Dihargai: Situs Majapahit Jadi Pabrik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal