Faktor-Faktor yang Memengaruhi Usia Baterai Mobil Listrik, Ini Hal Harus Dihindari 

Muhamad Fadli Ramadan
Kvdbil mengatakan kondisi baterai lebih banyak dipengaruhi pola penggunaan dibanding merek dari kendaraan.  (Foto: Dok)

"Kami sedikit terkejut bahwa ada banyak hal baik. Ini bukan sepenuhnya bergantung pada mobil atau produsen pada umumnya. Ini lebih tentang keausan. Usia, iklim gaya mengemudi, dan kebiasaan pengisian daya, berperan cukup besar dalam keausan," ujar Reinholdsson.

Analis tersebut menyarankan untuk tak mengisi daya baterai melebihi 80 persen, khususnya untuk non-LFP. Lalu hindari pengisian daya cepat (fast charging), jangan digunakan dalam cuaca ekstrem, dan hindari mendiamkan kendaraan dalam kondisi baterai penuh dalam jangka waktu lama.

  • Hindari isi baterai di atas 80 persen (non LFP)
  • Hindari Fast Charging
  • Hindari digunakan pada saat cuaca ekstrem 
  • Hindari mendiamkan mobil lama dalam kondisi baterai penuh

Hasil riset Kvdbil juga senada dengan temuan perusahaan asal Inggris, Arval. Dalam penelitiannya terhadap 8.300 sertifikat kesehatan baterai, ditemukan rata-rata kondisi baterai berada di angka 93 persen.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
22 hari lalu

Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia

Nasional
22 hari lalu

Hilirisasi Nikel Mendesak, Indonesia Kejar Kedaulatan Energi di Tengah Gejolak BBM Global

Mobil
1 bulan lalu

Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?

Aksesoris
2 bulan lalu

BYD Kenalkan Blade Battery Generasi Kedua, Isi Daya 97 Persen Hanya 9 Menit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal