"Ini untuk proteksi semua titik. Untuk CCTV yang ini kan biasanya kalau tabrak mobil dari belakang bisa ketahuan. Misalnya, orang yang di belakang kita saat bawa mobil sambil lihat handphone atau enggak," ujarnya.
Tak hanya itu, jenis lain juga ada yang tipe outdoor untuk membantu para sopir truk membawa barang ekspedisi. Dia mengatakan, ini sebagai alat bukti bila mereka menjadi korban bajing loncat.
"Untuk kebutuhan loading barang, ada juga untuk menjadi bukti kalau ada bajing loncat kalau barangnya kurang. Ini tipe yang outdoor, terekam semua kalau bajing loncat ambil barang," katanya.
Berkaitan dengan kamera mobil, Blackvue sendiri menghadirkan produk terbarunya untuk dashcam, yakni DR900S Series. DR900S dengan dua channel ini memiliki keunggulan pixelnya lebih besar empat kali lipat dari kamera Full HD, resolusinya delapan megapiksel untuk channel kamera depan, sementara channel kamera belakang didukung sensor kamera beresolusi 2,1 megapiksel dengan Starvis sensor/FullHD.
"Ini berguna kalau ada tabrak lari. Kalau mobilnya sudah jauh, bisa zoom, tetap kelihatan nomornya. Kejadian tabrak lari bisa ketahuan," kata Rudy.
Istimewanya, lanjut dia, ketika mobil dalam keadaan parkir dan mesinnya mati, kamera atau CCTV ini tidak ikut mati. “Tapi masih aktif dan terus merekam di setiap kejadian,” ujarnya.