Menanggapi hal itu, Stefan Heuer menegaskan komitmen TÜV Rheinland untuk mendukung kebutuhan pengujian teknologi otomotif masa depan.
“Kami mengikuti perkembangan teknologi secara detail dan dekat. Tantangan teknologi baru bisa dijawab karena fasilitasnya sudah ada, dan kami siap mendukung,” kata dia.
Dia pun menilai kolaborasi ini sebagai momentum langka. “Semua elemen bergabung di saat yang tepat. Saya belum pernah melihat kolaborasi seperti ini di negara lain,” ujarnya.
Penguatan fasilitas dan tenaga ahli pengujian, Indonesia kini menapaki langkah strategis menuju pusat pengujian keselamatan otomotif yang diakui dunia.