Krisis Semikonduktor, Terungkap Mobil Listrik Butuh 10.000 Chip Dibandingkan Kendaraan Biasa

Dani M Dahwilani
Krisis chip semikonduktor dialami perusahaan teknologi di seluruh dunia, termasuk otomotif yang berimbas produksi jendaraan terhambat. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Krisis chip semikonduktor dialami perusahaam teknologi di seluruh dunia. Tak terkecuali industri otomotif.

Ini berimbas pada terhambatnya proses produksi kendaraan. Banyak produsen yang tidak dapat memenuhi pesanan konsumen tepat waktu yang mengakibatkan inden panjang.

Hal ini diakui Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi saat perss conference GIIAS 2022. Dia menyebutkan saat ini produaen di Indonesia tengah membenahi proses produksi untuk mengatasi masalah ini.

Penggunaan chip pada kendaraan terkait dengan sistem elektrifikasi dan elektronik. Sebab itu, kendaraan listrik membutuhkan chip lebih banyak.

"Bisa dibayangkan mobil listrik membutuhkan 10.000 chip. Sementara kendaraan konvensial hanya membutuhkan sekitar 10 chip (tergantung dari banyaknya fitur elektronik disematkan)," kata Yohannes Nangoi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
3 hari lalu

Akhir Tahun Jadi Penyelamat, Penjualan Mobil 2025 Tembus 833 Ribu Unit

Mobil
8 hari lalu

Pasar Mobil Seret, Industri Otomotif Tahan Napas Tunggu Kepastian Insentif 

Mobil
15 hari lalu

Gaikindo Akui 2025 Jadi Tahun Penuh Tantangan, Pameran Jadi Penopang

Mobil
20 hari lalu

Insentif Mobil Listrik Dihentikan Tahun Depan, Begini Sikap Gaikindo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal