"Meski peningkatan tersebut tidak signifikan dalam konteks tenaga maksimal, ini menunjukkan efisiensi pengurangan friksi mikro pada sistem valvetrain dan piston-ring yang bekerja di kondisi tinggi RPM," kata Welmart.
Selain pengurangan gesekan, pelumas ini juga diklaim lebih stabil terhadap penguapan, terutama karena stabilitas molekul esternya yang tahan panas. Ini penting karena pada mesin modern, konsumsi oli bukan hanya berasal dari pembakaran, tapi juga volatilisasi pada suhu tinggi.
Keunggulan molekuler ini juga berperan dalam memperpanjang masa pakai komponen seperti camshaft, piston, dan bearing, yang sering mengalami keausan akibat pelumasan yang tidak optimal.
Ini menjadi tren di industri pelumas global yang mulai beralih dari mineral dan sintetik murni ke campuran bahan berbasis bio, untuk mengurangi jejak karbon dari proses produksi dan distribusi.