Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Paksa Tubuh Olahraga saat Sakit, Bisa Alami Kerusakan Otot hingga Ginjal
Advertisement . Scroll to see content

Kenali Rhabdomyolysis, Kondisi Berbahaya akibat Memaksa Olahraga saat Sakit

Jumat, 07 Agustus 2026 - 23:45:00 WIB
Kenali Rhabdomyolysis, Kondisi Berbahaya akibat Memaksa Olahraga saat Sakit
Rhabdomyolysis menjadi salah satu kondisi berbahaya yang dapat mengintai seseorang yang memaksakan diri berolahraga saat tubuh sedang sakit. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Rhabdomyolysis menjadi salah satu kondisi berbahaya yang dapat mengintai seseorang yang memaksakan diri berolahraga saat tubuh sedang sakit. Meski olahraga dikenal bermanfaat bagi kesehatan, aktivitas fisik berat ketika sistem imun sedang bekerja melawan infeksi justru dapat memicu kerusakan otot hingga mengancam nyawa.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu dan energi untuk memulihkan diri saat sedang sakit. Karena itu, olahraga bukanlah pilihan yang tepat ketika seseorang mengalami infeksi, terutama penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), demam tifoid, diare, maupun keracunan makanan.

"Itu fakta, ketika kita sakit imunitas kita itu lagi drop, dan tubuh kita lagi kena pressure atau stress. Sehingga tubuh tuh memerlukan energi tambahan untuk me-recover infeksi sistemik tersebut. Apalagi kalau penyakitnya tuh berat kayak DBD, demam tifoid, diare, keracunan," ujar dr Tirta dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (7/8/2026).

Menurutnya memaksakan olahraga saat tubuh sedang mengalami infeksi sistemik akan menambah beban kerja tubuh. Kondisi tersebut membuat proses penyembuhan berjalan lebih lambat dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

"Kalau misalkan dia kena infeksi sistemik dan memaksakan untuk olahraga, itu bebannya tambah berat. Bisa kena di infeksinya lebih lama, atau bisa kena ke organ lainnya yang lebih parah," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut