Ribut Soal Nikel dan LFP, Sekelompok Ilmuwan Justru Temukan Baterai dari Bahan Tanah

Tangguh Yudha
Di saat ribut soal baterai berbahan nikel dan LFP, sekelompok ilmuwan justru berhasil mengembangkan baterai baru berbahan dasar tanah.  (Foto: Northwestern University)

"Jika Anda ingin memasang sensor di alam liar, di peternakan, atau di lahan basah, Anda tidak perlu repot-repot pergi ke lahan pertanian seluas 100 hektare untuk secara teratur mengganti baterai atau membersihkan panel surya," ujar Wells.

Baterai berbahan dasar tanah disebut mampu menghasilkan daya 68 kali lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sensor di ladang pertanian. Ini dinilai cukup kuat untuk menahan perubahan besar dalam kelembaban tanah.

Para ilmuwan itu mengatakan semua komponen untuk membuat alat ini dapat dibeli di toko perkakas. Ke depan, mereka berencana mengembangkan MFC berbasis tanah yang terbuat dari bahan yang sepenuhnya dapat terbiodegradasi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
13 hari lalu

Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia

Nasional
13 hari lalu

Hilirisasi Nikel Mendesak, Indonesia Kejar Kedaulatan Energi di Tengah Gejolak BBM Global

Mobil
1 bulan lalu

Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?

Aksesoris
2 bulan lalu

Tempat Penyimpanan Baterai EV Rentan Kebakaran, Tak Sembarangan Ruangan Dilapisi Cat Khusus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal