Tekan Impor Pelumas, Produk Lokal Harus Genjot Kapasitas Produksi

Dani M Dahwilani
Diskusi Dukung Pembatasan Impor, Balmerol Siap Tingkatkan Kapasitas Produksi di Jakarta. (Foto: Balmerol/Istimewa)

Dia memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6 persen, tapi gagal di tahun-tahun terakhir karena strategi yang ditempuh tidak mampu menggenjot ekspor.

"Untuk ekonomi 6-7 persen bisa tercapai asalkan ekspor tumbuh sekitar 8-9 persen per tahun. Presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah mendorong Indonesia agar bisa keluar dari middle income trap," katanya.

Dia juga mengingatkan periode bonus demografi Indonesia akan berakhir di 2030. Maka itu ekspor harus digenjot. "Kecenderungan sentimen warganet terhadap kabinet Jokowi cenderung netral. Tapi sentimen negatifnya antara lain perlambatan ekonomi, dan impor ugal-ugalan," katanya.

Sementara itu, Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin, Muhammad Khayam mengatakan, terkait dengan regulasi pemerintah dalam industri pelumas peraturan telah dipermudah. Ini agar tidak ada tabrakan kepentingan antara peraturan satu dengan lainnya, lewat omnibus law.

"Kebijakan kita di sektor industri mengenal kebijakan fiskal dan nonfiskal seperti super deduction tax. Ini untuk memperbaiki iklim usaha dan iklim investasi," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Teknologi Pelumas 2-Tak Diuji di Medan Ekstrem Malang Adventure Trail 2026

2 bulan lalu

Alat Vital Pria Gemuk Terlihat Mengecil, Begini Cara Mengatasinya Kata Dokter

2 bulan lalu

Kenapa Alat Vital Pria Gemuk Terlihat Lebih Kecil? Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

2 bulan lalu

Uji Kondisi Ekstrem, Drag Bike Jadi Ajang Pengembangan Teknologi Pelumas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal