Tesla Ingin Gunakan Baterai Mobil Listrik Murah Buatan China

Dani M Dahwilani
Lebih murah, Tesla tengah bernegosiasi dengan CATL terkait penggunaan baterai bebas cobalt untuk mobil listriknya di China. (Foto: Carscoops)

Sementara CATL bekerja dengan apa yang disebut teknologi cell-to-pack. Teknologi ini meningkatkan kepadatan dan keamanan baterai LFP.

Sebelumnya pada 2018, bos Tesla Elon Musk menyatakan, perusahaan akan menurunkan penggunaan cobalt (sekitar 33.500 dolar AS per ton) hingga "hampir tidak ada".

Tesla sendiri telah mengirimkan mobil ke konsumen dari pabrik barunya di Shanghai. Mereka saat ini sedang mencari persetujuan regulator untuk membangun mobil Model 3 jarak jauh di fasilitas tersebut.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok

57 tahun lalu

Lepas Boyong Mobil Listrik E4 EV ke Indonesia, Jarak Tempuh Tembus 500 Km

57 tahun lalu

BAIC Bakal Luncurkan SUV Listrik Baru T1 di Indonesia, Isi Daya Cuma 25 Menit

57 tahun lalu

Diduga Gunakan Fitur Autopilot, Mobil Listrik Tesla Tabrak Rumah Tewaskan Lansia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal