JAKARTA, iNews.id – Tragedi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Tesla Cybertruck menewaskan seorang remaja berusia 14 tahun di Amerika Serikat. Insiden tersebut memicu desakan dari keluarga korban agar kendaraan listrik berdesain futuristik itu dilarang beroperasi di jalan raya umum.
Dilansir dari Carscoops, Senin (12/1/2026), kecelakaan terjadi ketika pengemudi Tesla Cybertruck diduga melaju ke jalur berlawanan dan menabrak sebuah Toyota Corolla. Di dalam kendaraan tersebut terdapat Malachi James yang kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat benturan keras.
Pasca kejadian, keluarga korban mempertanyakan kelayakan Cybertruck untuk berbagi jalan dengan kendaraan lain. Mereka bahkan meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kebijakan pelarangan seperti yang diterapkan di sejumlah wilayah Eropa.
“Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mencari cara agar kendaraan ini bisa disingkirkan dari jalanan,” ujar bibi Malachi, Royael Saez, kepada WTNH.
Menurut keluarga, Cybertruck dinilai terlalu besar dan memiliki kecepatan yang tidak sebanding dengan lalu lintas umum. Mereka meyakini karakteristik kendaraan tersebut meningkatkan risiko fatal jika terjadi kecelakaan. “Kami tidak percaya dengan kendaraan seperti tersebut. Ini adalah tank,” kata Saez.
Saez juga menyinggung larangan Cybertruck di beberapa kota Eropa. “Sepengetahuan kami, kendaraan ini sudah dilarang di seluruh Paris, jadi jelas mereka tahu bahwa kendaraan seperti ini seharusnya tidak berada di jalan,” ujarnya.