Kisah bos PO Hariyanto diminta sedekahkan kambing untuk warga kampung, penumpang tadinya sepi mendadak ramai. (Foto: IG PO Haryanto)
Nur Afidah Zalfalia S

JAKARTA, iNews.id - Dalam dunia transportasi seperti perusahaan otobus selalu ada saja cerita ajaib yang mewarnai perjalanan usaha mereka. Seperti yang dialami Rian Mahendra, direktur operasional sekaligus putra pemilik PO Bus Haryanto. 

Saat itu, dia ditugaskan sang ayah merintis trayek bus baru di Madura, yakni Bangkalan dan Sumenep. Pada awal membuka trayek penumpang sangat sepi, hanya satu hingga empat orang selama tiga bulan. 

"Dulu itu aku ketika ngerintis Madura, hanya dua bus satu hari (Sumenep dan Bangkalan). Tiga bulan penumpang hanya satu, dua, tiga, empat orang. Sampai suatu saat ada orang datang. Orang sana bilang itu golongan wali," ujarnya, dilansir dalam channel YouTube Coach Yudi Candra, Selasa (14/12/2021). 

"Orang itu tiba-tiba datang ke Terminal Bangkalan, bawa kambing satu. 'Mas tolong ini kasih ke Bapak Haji Haryanto (ayahnya), nanti suruh masak sedakahi ke orang kampung'. Namanya Mbah Salamun," kata Rian. 

Dia mengungkapkan orangnya penuh kadas, panu dan kurap. Namun, masyarakat sekitar dan dirinya tahu ini bukan orang biasa. 

Rian pun menghubungi sang ayah untuk mensedakahi kambing. "Saya diminta ayah saya saat itu untuk memberikan Rp500 ribu ke Mbah Salamun," ujarnya. 

Dia pun menerima kambing itu dan mengikatnya di tiang tenda bakso untuk disedakahi. "Kambing sempat lepas sampai dikejar orang se-teriminal. Ditangkap warga dan diikat kembali," katanya. 

"Ketika (kambing) diikat penumpang brer-brer. Di hari pertama aku seumur-umur buka Madura isi penumpang sampai 16 orang. Baru pertama kalinya (saat itu) buka bus di Madura penumpang sebanyak itu. Kalau tidak ada campur tangan Allah itu tidak mungkin," kata Rian. 

Dia mengungkapkan ini menjadi cikal-bakal PO Haryanto memimpin pasar di Madura. Sebelumnya trayek tersebut dipegang PO Pahala dan kini dikuasai PO Haryanto. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pemilik PO Haryanto berkomitmen menjadikan usahanya sebagai ladang ibadah. Walau kondisi perusahaan naik turun, sejak 2002 H Haryanto tetap menyantuni anak yatim piatu yang jumlahnya kini mencapai 5.361 orang. Bahkan setiap tahun mereka memberangkatkan umrah dan naik haji, serta terus membangun masjid.


Editor : Dani M Dahwilani

BERITA TERKAIT