BYD juga menargetkan pembangunan 20.000 stasiun Flash Charging di China hingga akhir 2026. Target tersebut terdiri dari 18.000 stasiun di kawasan perkotaan dan 2.000 stasiun di jaringan jalan raya.
Jaringan tersebut telah menarik lebih dari 1,83 juta pengguna terdaftar. Hampir sepertiga pengguna bahkan menggunakan kendaraan dari merek selain BYD.
Tantangan Flash Charging di Indonesia
Meski menawarkan kecepatan pengisian sangat tinggi, penerapan Flash Charging di Indonesia tetap membutuhkan kesiapan infrastruktur kelistrikan dan kendaraan yang kompatibel.
Ultra fash charging dengan daya hingga 1.500 kW dirancang untuk bekerja optimal dengan kendaraan yang mendukung teknologi pengisian berdaya tinggi serta baterai Blade generasi kedua.
BYD sendiri menyatakan teknologi Flash Charging menggunakan kombinasi sistem penyimpanan energi dan pengisian daya. Sistem tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik ketika kendaraan membutuhkan daya sangat besar dalam waktu singkat.
BYD senndiri belum mengungkapkan secara rinci lokasi, jadwal pembangunan, serta jumlah unit flash charging yang akan beroperasi di setiap wilayah di Indonesia.