Kecepatan maksimum BYD Seagull generasi kedua mencapai 150 km/jam. Mobil ini juga dilengkapi sensor LiDAR yang ditempatkan di atap sebagai bagian dari sistem bantuan pengemudian DiPilot 300 atau God’s Eye B.
Sistem tersebut mencakup fitur Navigate On Autopilot (NOA) yang dapat digunakan di jalan perkotaan dan jalan raya. Teknologi ini menjadi salah satu pembeda utama Seagull generasi kedua dibandingkan model sebelumnya.
Foto mata-mata bagian kabin sebelumnya juga memperlihatkan sejumlah perubahan. Mobil ini menggunakan layar infotainment model mengambang, tuas persneling di belakang kemudi.
Sementara itu, penjualan BYD Seagull generasi pertama di China tercatat 74.087 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut turun 66,5 persen berdasarkan data China EV DataTracker.
Di pasar domestik China, BYD Seagull saat ini dibanderol 69.900 hingga 85.900 yuan atau sekitar Rp186 juta hingga Rp229 juta (Kurs Rp2.667,68). Kehadiran generasi kedua dengan dimensi lebih besar dan teknologi bantuan pengemudian terbaru akan menjadi perkembangan penting bagi lini hatchback listrik BYD.
Apakah model mobil listrik terbaru ini akan masuk ke Indonesia. Menarik untuk ditunggu?