Gaikindo Nilai Kebijakan Mobil Listrik Impor Rugikan Industri Komponen Dalam Negeri

Muhamad Fadli Ramadan
Gaikindo menilai kebijakan mobil listrik impor (CBU) memberi dampak besar terhadap industri komponen otomotif Indonesia. (Foto: Ilustrasi/AI)

Kukuh mengatakan Gaikindo mendapat keluhan dari pelaku industri komponen di Indonesia. Sebab, mobil listrik yang diproduksi secara lokal saat ini mengalami penurunan penjualan.

"Walau kami (Gaikindo) tidak menaungi komponen, tetapi beberapa perusahaan komponen sudah mengeluhkan. Kalau kita terus-terusan volume penjualannya seperti ini, kita berat karena supply-nya semakin menurun," ungkapnya.

Berdasarkan data dari Kementerian perindustrian (Kemenperin), terdapat 22 produsen (OEM), 550 pemasok Tier 1, dan sekitar 1.000 pemasok Tier 2 dan 3, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM). Industri otomotif menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja, dari perusahaan besar hingga UMKM.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Pemesanan Lebih dari 1.000 Unit, Changan Mulai Kirim Mobil Listrik Nevo Q05 ke Konsumen 

3 hari lalu

Penjualan Mobil Indonesia Tembus 599 Ribu Unit hingga Agustus 2026, Kendaraan Listrik Unjuk Gigi

4 hari lalu

Mengintip Toyota bZ4X Touring, Mobil Listrik Bisa Diajak Main Off-Road

11 hari lalu

15 Mobil Terlaris di Indonesia Agustus 2026, Mobil Listrik Kembali Merajai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal