Geely Investasi di Nio, Siapkan Mobil Listrik Bisa Tukar Baterai

Dani M Dahwilani
Geely Holding Group dan Nio menjalin kemitraan strategis untuk mengintegrasikan jaringan pertukaran baterai dan pengisian daya. (Foto: Nio)

Kerja sama Geely dan Nio juga menyasar pengembangan standar pertukaran baterai yang dapat digunakan lintas merek. Kedua perusahaan akan berkolaborasi dalam teknologi dan standar pertukaran baterai yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kendaraan penumpang.

Geely kemudian akan mengembangkan model kendaraan listrik baru yang kompatibel dengan standar pertukaran baterai bersama tersebut. Sementara Nio Power akan menyediakan infrastruktur serta layanan pendukung.

Langkah ini sekaligus mendorong teknologi battery swap yang selama ini identik dengan ekosistem satu merek agar dapat berkembang menuju standar yang lebih luas di industri kendaraan listrik.

Target 10.000 Stasiun Tukar Baterai

Nio Energy menargetkan pembangunan total kumulatif 10.000 stasiun pertukaran baterai pada 2030. Jaringan tersebut diperkirakan membutuhkan konsumsi listrik tahunan lebih dari 10 miliar kWh.

Baca Juga

Sementara itu, Geely memiliki rencana besar untuk memperluas jaringan pengisian daya. Perusahaan menargetkan lebih dari 22.000 stasiun pengisian dan 100.000 tiang pengisian beroperasi hingga akhir 2027.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Geely Kembangkan Pengisian Mobil Listrik Super Cepat, 10-80 Persen Hanya 5,5 Menit

2 bulan lalu

Bukukan 6.500 SPK, Geely Gandakan Produksi Mobil Listrik EX2 di Indonesia 

2 bulan lalu

Geely Coolray Meluncur di GIIAS 2026, Gendong Mesin Turbo 174 PS

4 bulan lalu

Seberapa Hemat Mobil Listrik? Segini Perbandingan Biaya Geely EX2 Vs Mobil Bensin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal