Sebelumnya, kebijakan tarif Uni Eropa memicu respons dari China. Beijing memberlakukan tarif balasan terhadap sejumlah produk Eropa, termasuk produk susu, daging babi, dan minuman beralkohol seperti brendi, seperti dilaporkan Bloomberg.
Ironisnya, tarif Uni Eropa juga berdampak pada beberapa merek Barat. Model seperti BMW iX3 yang diproduksi di China untuk pasar Eropa ikut terkena bea masuk. Volvo bahkan memindahkan produksi SUV listrik EX30 untuk pasar Eropa dari China ke Belgia guna menghindari tarif tersebut.
Meski sudah dikenai tarif, merek-merek China terus memperluas pangsa pasarnya di Eropa. Kendaraan listrik buatan China tetap diminati, sementara model hybrid yang tidak terkena tarif justru laris di pasar.
Pada 2024, mobil asal China menyumbang sekitar 2,5 persen dari total penjualan mobil di Eropa. Angka itu meningkat menjadi sekitar 7 persen pada akhir 2025. Di Inggris, hampir satu dari setiap 10 mobil yang terjual sepanjang 2025 berasal dari pabrikan China.