Hadapi Serbuan Mobil China, Uni Eropa Ubah Strategi Akan Kendalikan Harga Kendaraan

Dani M Dahwilani
Uni Eropa akan mengganti tarif impor dengan kebijakan pengendalian harga atau penetapan harga minimum untuk mobil listrik China. (Foto: Dok)

Sebelumnya, kebijakan tarif Uni Eropa memicu respons dari China. Beijing memberlakukan tarif balasan terhadap sejumlah produk Eropa, termasuk produk susu, daging babi, dan minuman beralkohol seperti brendi, seperti dilaporkan Bloomberg.

Ironisnya, tarif Uni Eropa juga berdampak pada beberapa merek Barat. Model seperti BMW iX3 yang diproduksi di China untuk pasar Eropa ikut terkena bea masuk. Volvo bahkan memindahkan produksi SUV listrik EX30 untuk pasar Eropa dari China ke Belgia guna menghindari tarif tersebut.

Meski sudah dikenai tarif, merek-merek China terus memperluas pangsa pasarnya di Eropa. Kendaraan listrik buatan China tetap diminati, sementara model hybrid yang tidak terkena tarif justru laris di pasar.

Pada 2024, mobil asal China menyumbang sekitar 2,5 persen dari total penjualan mobil di Eropa. Angka itu meningkat menjadi sekitar 7 persen pada akhir 2025. Di Inggris, hampir satu dari setiap 10 mobil yang terjual sepanjang 2025 berasal dari pabrikan China.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Megapolitan
20 jam lalu

Kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Mobil Listrik Tabrak Separator Busway

Mobil
2 hari lalu

Hyundai Subscribe Percepat Adopsi Mobil Listrik di Indonesia

Mobil
11 hari lalu

Terungkap, Ada 91 Perusahaan Rakit Kendaraan Listrik di Indonesia

Mobil
13 hari lalu

Hadirkan Terobosan Teknologi Terbaru, BYD Dorong Kemajuan Pasar Otomotif Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal