Direktur Operasional PO Haryanto Rian Mahendra. (Foto: Instagram/YouTube Coach Yudi Chandra)
Nur Afidah Zalfalia S

JAKARTA, iNews.id - Mendengar PO Haryanto bagi Anda bus mania tidak asing lagi. Namun, siapa orang di balik kesuksesan perusahaan otobus ini tidak banyak yang tahu.

Ya, dia adalah Rian Mahendara, putra pendiri PO Haryanto, Haji Hariyanto. Sebagai anak paling besar Rian telah dikenalkan sang ayah dengan bisnis transportasi sejak usia belia.

Kerasnya dunia transportasi dan terminal telah dia lalui. Tak heran, Rian muda tempramennya keras dan tidak punya rasa takut. Bahkan, dia memilih drop out (DO) sekolah.

"Saya itu hanya lulusan SMP. Masuk kelas satu SMA saya DO. Saat itu dalam pikiran saya adalah kerja. Kalau disuruh milih kerja atau sekolah, saya pilih kerja," katanya, dikutip dari channel YouTube Coach Yudi Chandra.    

Sang ayah kemudian mengirimnya ke pondok pesantrean untuk mendalami agama dan lebih dekat dengan Tuhan. "Saking kerasnya aku tidak bisa senyum dan ketawa seperti sekarang. Ibu bahkan memasukkan aku ke kursus pengendalian emosi Nur Cahyo bareng Helmy Yahya. Seminggu di hotel nyanyi dan ketawa," ujar Rian, sambil tertawa lepas. 

"Adapun di pondok saya mulai banyak belajar tentang berinteraksi dan bagaimana bersosialisasi menghargai orang lain. Sampai akhirnya sifat-sifat kemanusiaan tumbuh," katanya.

Setelah itu, dia kembali membantu sang ayah menjalankan PO Bus Haryanto sebagai direktur operasional. Dari lima unit bus kini sudah memiliki 300 armada.

 
Coach Yudi Chandra sempat bertanya mengenai aset perusahaan yang dikelola Rian sekarang. "Harga bus sekitar Rp2 miliar, saat ini kita punya 300 bus (Rp600 miliar) itu sih. Tapi itu, kan titipan Allah. Dari awal perusahaan ini dibangun sebagai ladang ibadah memberikan kesejahteraan bagi karyawan," ujar Rian.

Adapun saat ini jumlah karyawan PO Haryanto berjumlah lebih dari 2.000 orang. Sementara karyawan yang berada di bawah Rian langsung sebanyak 1.700-an

Terkait prinsip dalam bisnis, Rian mengungkapkan, growth aset dan dan growth market harus seimbang. Misal ada 10 market, berarti harus ada 11 sampai 12 bus agar terjaga.

"Inilah yang memaksa kita terus berkembang. Kalau dibilang cukup kita sudah cukup. Namun, jika tidak bisa memenuhi market bisa diambil yang lain dan ini bisa menggerus pelanggan dan bisnis perusahaan," kata pria berbadan subur ini.

Bicara mengenai kenapa banyak penumpang yang loyal terhadap PO Haryanto, Rian tidak punya rahasia khusus. Semua pelayanan dan fasilitas sama dengan PO lain. Bahkan, ada PO yang lebih murah dari Haryanto.

"Aku punya strategi jualan bagaimana caranya merangkul penumpang loyalis. Dulu harga murah paling laku. Aku mulai jualan dengan konsep layanan terbaik dan ketepatan waktu. Walau lebih mahal Rp10.000 sampai Rp20.000 dari bus lain karena kita lebih baik mereka akan kembali. Namun, ini memang butuh waktu lama," katanya.

"Bicara service bus, ketepatan waktu, servis makan, selimut, memang semua sama. Ini campur tangan Allah yang menggerakkan hati mereka,"  ujar Rian.


Editor : Dani M Dahwilani

BERITA TERKAIT