Skema tersebut juga berkaitan dengan sistem perakitan kendaraan secara lokal atau Completely Knocked Down (CKD). Dengan adanya fasilitas perdagangan dan perakitan lokal, beban tarif yang dikenakan terhadap kendaraan maupun komponen tertentu berpotensi lebih rendah.
Jika skema tersebut berjalan sesuai rencana, kendaraan dari merek-merek Jerman yang memiliki aktivitas produksi atau perakitan di Indonesia berpeluang mendapatkan struktur biaya yang lebih kompetitif. Dampaknya dapat terasa pada harga kendaraan yang ditawarkan kepada konsumen.
BMW dan Mercedes-Benz menjadi dua merek premium asal Jerman yang telah lama dikenal konsumen Indonesia. Selain keduanya, sejumlah merek otomotif Jerman lainnya juga memiliki pasar di Indonesia.
Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menyambut positif peluang kerja sama perdagangan melalui I-EU CEPA. Dia mengatakan, pihaknya ingin semakin banyak kendaraan Jerman hadir di jalanan Indonesia.
"Karena, dan itulah mengapa kami memamerkan mobil-mobil Jerman, kami ingin lebih banyak mobil Jerman di jalanan Indonesia dan jalanan Jakarta. Mobil-mobil itu sangat modern, berteknologi tinggi, tahan sangat lama," ujar Ralf Beste.