Materi yang diperkenalkan mencakup perkembangan teknologi otomotif, elektrifikasi kendaraan, baterai, hingga teknologi hidrogen. Pengalaman tersebut menjadi salah satu cara mempertemukan pembelajaran di perguruan tinggi dengan praktik di industri.
"Jadi kelihatan antara dunia pendidikan dengan dunia industri itu akan berhubungan. Mereka punya juga nuansa kalau kita lihat tadi ada kunjungan mereka ke Hyundai Manufacturing Indonesia," ujar Frans.
Dia berharap pengalaman yang diperoleh melalui Hyundai Jump School dapat menjadi bekal mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional. Menurutnya, kemampuan akademik perlu dilengkapi pengalaman praktis dan interaksi langsung dengan lingkungan kerja.
"Jadi kita ingin tidak hanya melalui pendidikan dengan nilai akademis yang tinggi, tapi juga melalui pengalaman-pengalaman atau praktik-praktik yang mereka bisa dapatkan selama aktivitas dari Jump School ini," kata Frans.
Franciscus menambahkan, Hyundai Jump School diharapkan dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan dunia profesional. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman sosial, keterampilan komunikasi, dan pemahaman mengenai dunia kerja.
"Antara pendidikan dan dunia profesional itu akan ada jembatannya. Jadi secara pendidikan mereka dapat, tapi secara experience juga mereka dapatkan. Dua hal itu yang kita akan temukan melalui aktivitas ini," ujar Frans.