"Seleksinya memang berdasarkan penilaian yang sangat ketat, terutama kita melihat bukan hanya penilaian secara akademik, tapi juga dari social skill mereka dalam hal networking," ujarnya.
Angelina menuturkan mahasiswa yang terlibat juga berasal dari berbagai disiplin ilmu. Tidak hanya mahasiswa teknik, tetapi juga terdapat peserta dari psikologi, manajemen, ilmu administrasi, dan bidang lainnya.
Di menerangkan keragaman latar belakang tersebut membuat mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam menghadapi anak-anak dengan karakter dan kondisi sosial yang berbeda. Mereka juga belajar berkomunikasi serta mendampingi peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
"Pada tahun ini, sekitar 400 anak menjadi penerima manfaat Hyundai Jump School. Peserta berasal dari berbagai sekolah di Jakarta dan Bandung, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas," katanya.
Kunjungi Fasilitas Hyundai
Frans mengungkapkan pengalaman mahasiswa diperkuat melalui interaksi langsung dengan dunia industri otomotif. Mereka berkesempatan mengunjungi fasilitas manufaktur Hyundai dan berdiskusi dengan para profesional mengenai lingkungan kerja serta perkembangan industri otomotif.