Kemampuan tersebut penting, terutama pada kendaraan yang kerap digunakan untuk menarik trailer atau melewati jalur off-road. Dalam kondisi seperti itu, sejumlah komponen kendaraan bekerja lebih keras dibandingkan penggunaan normal.
AI Hyundai Bisa Deteksi Beban dan Kondisi Jalan
Selain memprediksi kerusakan, Hyundai juga mengembangkan AI untuk memperkirakan bobot muatan kendaraan, massa trailer, serta tingkat gesekan antara ban dan permukaan jalan.
Menariknya, sistem tersebut diharapkan mampu melakukan estimasi tanpa membutuhkan sensor khusus untuk setiap parameter. Informasi yang diperoleh kemudian digunakan untuk menyesuaikan kinerja kendaraan, termasuk sistem penggerak, pengereman, dan kontrol stabilitas.
Hyundai juga menyinggung pengembangan teknologi smart towing assistance atau bantuan penarikan cerdas serta terrain adaptation atau adaptasi medan.
Kedua teknologi tersebut memungkinkan kendaraan menyesuaikan respons berdasarkan perubahan beban dan kondisi permukaan jalan. Atas dukungan AI, kendaraan diharapkan lebih adaptif ketika melintasi kerikil, lumpur, maupun permukaan licin.
Meski demikian, teknologi prediksi kerusakan komponen tersebut masih dalam tahap pengembangan. Hyundai belum mengungkap jadwal penerapan maupun model kendaraan yang akan mendapatkan fitur tersebut.
Jika berhasil mencapai tahap produksi, teknologi ini berpotensi mengubah cara perawatan kendaraan. Pengemudi tidak hanya mengandalkan pemeriksaan berkala atau menunggu komponen mengalami kerusakan, tetapi juga mendapatkan peringatan berdasarkan prediksi kondisi teknis kendaraan.