Infrastruktur Masih Minim, Bus AKAP Belum Cocok Gunakan Kendaraan Listrik 

Muhamad Fadli Ramadan
Kendaraan listrik belum dapat diaplikasikan pada bus AKAP karena jarak yang dilalui sangat jauh, infrastruktur minim, dan medannya sangat berat. (Foto: IG Transjakarta)

JAKARTA, iNews.id – Penggunaan kendaraan listrik pada transportasi umum Indonesia terus meningkat. Ini menyusul Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Guna mencapai nett zero emission pada 2060, pemerintah telah meluncurkan transportasi massal listrik berbasis baterai, seperti bus Transjakarta. Bagaimana dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)?

Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Sommy Lumadjeng mengatakan pihaknya mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik. Namun, ini belum dapat diaplikasikan pada bus AKAP karena jarak yang dilalui sangat jauh dan medannya sangat berat.

Terlebih, infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) belum memadai. Ini akan mempersulit mobilitas bus AKAP.

Bus listrik yang ideal itu sama seperti kita membutuhkan kendaraan pribadi. Jarak tempuh seperti apa yang dibutuhkan, cara pengisiannya bagaimana, dan nilai investasinya seperti apa,” ujar Sommy dalam konferensi pers Busworld Southeas Asia 2022.

Sommy menjelaskan penggunaan bus listrik saat ini lebih cocok untuk armada perkotaan dengan tingkat kepadatan tinggi. Ini akan menjadi contoh bagus bagi masyarakat agar lebih teredukasi tentang kendaraan listrik.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan. Dia menjelaskan upaya pemerintah mempercepat tren kendaraan listrik belum bisa diterapkan pada bus AKAP, bahkan pariwisata.

Pria yang akrab disapa Sani itu mengatakan infrastruktur yang ada saat ini belum siap dan baterai belum cukup menunjang beban dan jarak tempuh bus AKAP dan pariwisata.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Prabowo Ingin Percepat Konversi 120 Juta Motor Bensin Jadi Listrik

Mobil
13 hari lalu

Hyundai Subscribe Percepat Adopsi Mobil Listrik di Indonesia

Mobil
22 hari lalu

Pabrik BYD di Subang Senilai Rp16 Triliun Siap Beroperasi

Mobil
22 hari lalu

Terungkap, Ada 91 Perusahaan Rakit Kendaraan Listrik di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal