Insentif Turun, Produsen Pilih Produksi LCGC Hybrid atau Mobil Listrik Murah?

Dani M Dahwilani
Insentif mobil hybrid dan listrik, sejumlah produsen mobil mulai menyiapkan kendaraan elektrik lebih terjangkau setelah LCGC. (Foto: iNews.id)

Sementara itu, BYD Motor Indonesia menegaskan pihaknya juga tertarik untuk menjual mobil listrik harga Rp200 jutaan. Tapi, hal tersebut masih sulit dilakukan karena biaya untuk pengembangan mobil listrik cukup besar.

"Hampir semua brand kalau bisa masuk ke market BEV LCGC di bawah Rp200 juta, siapa yang nggak mau. Tapi yang mesti kita lihat aspek pendukung untuk mencapai certain level, pricing. Biaya R&D itu nggak murah," kata Luther Panjaitan, Head of Government and PR PT BYD Motor Indonesia.

Untuk mencapai titik tersebut, Luther mengungkapkan setiap brand harus meningkatkan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Harga mobil listrik bisa ditekan yang membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan kendaraan ramah lingkungan.

"Dari sisi lokalisasi, kita perlu mencapai titik yang cukup tinggi untuk mendapatkan harga yang kompetitif. Untuk mencapai level itu, dibutuhkan waktu dan volume produksi yang tepat. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi berbagai pihak untuk mewujudkan pasar yang ideal," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
7 hari lalu

BYD Siapkan Sealion 06 EV Jarak Tempuh 710 Km, Apa Akan Diboyong ke Indonesia?

Mobil
10 hari lalu

China Perketat Aturan Mobil Listrik mulai 2026, Tak Ikut Regulasi Insentif Dihapus

Mobil
14 hari lalu

Insentif Mobil Listrik Dihentikan Tahun Depan, Begini Sikap Gaikindo

Nasional
15 hari lalu

Moeldoko Yakin Mobil Listrik Tetap Laku Tanpa Insentif, Ini Alasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal