Meskipun Tesla berkantor pusat di Amerika Serikat, perusahaan ini telah mengembangkan kehadirannya di seluruh Timur Tengah. Sebagai contoh, perusahaan tersebut memiliki fasilitas di Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah di Uni Emirat Arab, dan mengoperasikan stasiun pengisian daya cepat (Supercharging) di seluruh negeri. Perusahaan tersebut juga hadir di Arab Saudi dan Qatar, yang semuanya berada dalam jangkauan serangan Iran.
Jika negara tersebut benar-benar melaksanakan ancamannya menargetkan perusahaan-perusahaan besar Amerika ini, bukan hanya akan membahayakan nyawa warga sipil, tetapi juga akan memanaskan konflik dan memicu serangan balasan AS.