Kenapa 1 dari 4 Mobil Kini Rusak Parah usai Kecelakaan? Pemilik Kendaraan dan Asuransi Rugi

Dani M Dahwilani
Sebuah laporan industri terbaru mengungkapkan tren mengejutkan, hampir satu dari empat mobil yang terlibat kecelakaan kini berakhir dengan kerugian besar. (Foto: AI)

Hampir 88 persen kendaraan yang masuk program perbaikan langsung kini wajib melalui pemindaian diagnostik. Sekitar 36 persen di antaranya juga memerlukan kalibrasi sistem. Proses ini penting demi memastikan ADAS berfungsi normal, tetapi sekaligus memperpanjang waktu perbaikan dan menambah biaya sewa mobil pengganti.

Efek domino pun tak terhindarkan. Bukan hanya konsumen yang terdampak, tetapi juga perusahaan asuransi, dealer, dan bengkel perbaikan. Semua pihak harus menyesuaikan diri dengan biaya tinggi dan teknologi kendaraan yang semakin rumit.

Setiap mobil yang dinyatakan rusak total kini berarti pencarian kendaraan pengganti dengan anggaran terbatas, di tengah premi asuransi yang terus naik. Akibatnya, perhatian pasar pun semakin tertuju pada ketersediaan mobil bekas yang masih terjangkau.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Kronologi Truk Kontainer Oleng hingga Tabrak Separator Jalan di Tomang Jakbar

3 hari lalu

Transjakarta Koridor 9 Pluit-Pinang Ranti Dialihkan imbas Truk Kontainer Tabrak Separator Jalan

3 hari lalu

Macet Parah di Tomang Jakbar Pagi Ini, Truk Kontainer Tabrak Separator Jalan

3 hari lalu

Tragis! Mahasiswa Tewas Tertabrak KRL di Ciputat saat Bikin Konten Tugas Kuliah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal