3. Posisi Tangan
Posisi tangan juga harus diperhatikan agar tetap bebas bergerak dan rileks. Ketika memegang kemudi, sebaiknya ibu jari berada di luar genggaman empat jari agar terhindar dari cedera ketika menggenggam lingkar kemudi secara penuh.
Posisi tangan ketika menggenggam lingkar kemudi dianjurkan pada posisi arah pukul 03.00 dan arah pukul 09.00. Selalu gunakan kedua tangan ketika memegang lingkar kemudi untuk menjaga refleks bermanuver dan keselamatan.
4. Posisi Kaki
Posisi kaki harus disesuaikan dengan kenyamanan pengendara, karena posisi kaki yang tepat akan mencegah nyeri lutut (pegal) setelah berkendara jarak jauh. Posisi kaki tidak boleh terlalu menekuk maupun terlalu lurus. Kemudian kendalikan tinggi atau rendahnya kursi sesuai dengan postur tubuh, dan pinggul tidak boleh lebih rendah dari lutut karena akan menyumbat peredaran darah ke kaki.
Jika mobil tidak memiliki kontrol, pengendara dapat menggunakan bantal untuk menjaga pinggul setinggi lutut. Bagi pengendara mobil bertransmisi manual, hindari kebiasaan kaki kiri menempel pada permukaan pedal kopling apabila sedang tidak digunakan. Ini agar fungsi kopling tidak cepat habis dan berfungsi dengan baik.
Perlu diperhatikan juga karpet di bawah area pedal kendaraan dengan selalu menggunakan karpet berpermukaan rata dan tidak bergelombang maupun terlipat, karena bentuk karpet bergelombang atau terlipat dikhawatirkan dapat mengakibatkan pedal rentan tersangkut ketika sedang diinjak. Ini sangat berbahaya bagi pengendara.
5. Gunakan Saet Belt
Setelah posisi duduk nyaman dan aman gunakan seat belt alias sabuk pengaman dengan benar. Ini penting agar posisi badan tidak membentur kemudi dan dashbord saat terjadi kecelakaan.
6. Lakukan Peregangan Otot
Berkendara jarak jauh dan duduk terlalu lama harus diimbangi dengan peregangan otot. Ini dilakukan agar peredaran darah lancar dan pengendara tidak cepat lelah. Peregangan otot dapat dilakukan setiap 2-3 jam sekali ketika badan sudah terasa pegal atau kurang nyaman selama berkendara.