Pasar Bekas Kendaraan Listrik Belum Terbentuk, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Muhamad Fadli Ramadan
Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Ist)

“Saya kira, kalau kita berbicara EV hari ini, ada beberapa tantangan, pertama adalah (ketersediaan) SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Apalagi yang tipenya fast charging, jangan sampai kita misalnya melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, terus isi baterai di SPKLU (ternyata) nunggunya (sampai) dua jam,” ujarnya.

Sebagai informasi, jumlah SPKLU di Indonesia saat ini sudah mencapai 854 unit yang tersebar di 577 lokasi. Namun, itu dirasa kurang karena tidak sepadan dengan jumlah kendaraan listrik yang beredar di Indonesia.

Selain itu, Eddy mengatakan baterai juga menjadi isu penting bagi kendaraan listrik, terutama mengenai jarak tempuh. Harga baterai mobil listrik yang masih sangat tinggi juga perlu ditekan untuk menarik masyarakat untuk beralih ke elektrifikasi.

“Kedua, soal ketahanan baterai itu sendiri, kita harus mengetahuinya, termasuk juga biaya penggantiannya, karena baterai itu komponen terbesar di sebuah EV. Ketiga adalah service dan maintenance. Hari ini saya belum mendengar, service dan maintenance EV itu seperti apa,” ucapnya.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Baru Ada 4.892 SPKLU di Indonesia, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur EV

57 tahun lalu

J5 Hybrid Belum Jadi Prioritas, Jaecoo Pilih Fokus Penuhi Pesanan Model EV

57 tahun lalu

Armada Kendaraan Listrik Grab Tembus 28.000 Unit, Target Tambah 3 Kali Lipat hingga Akhir Tahun

57 tahun lalu

Xpeng X9 Facelift dan G6 Pro AWD Meluncur di Indonesia, Benamkan Teknologi AI Terbaru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal